Pada dasarnya, tidak begitu saja media tradisional (koran, televisi,
dan radio) yang merambah dunia online bisa menerapkan apa yang
ada di media konvensionalnya ke dalam media berbasis online sebab
karekteristik kedua media ini berbeda.
Berikut ini perbedaan teknis antara media cetak dan media
berbasis online.
1. Pembatasan Panjang Naskah
- Media cetak. Panjang naskah biasanya
dibatasi, misalnya 5 sampai 7 halaman kuarto diketik 2 spasi.
- Media berbasis online. Tak
ada aturan batasan panjang naskah sebab halaman web dapat menampung naskah
dengan panjang tak terbatas. Tapi untuk alasan kecepatan akses, keindahan
desain, dan alasan teknis lain, naskah yang panjang sebaiknya dihindari.
2. Prosedur Naskah
- Media cetak. Naskah harus di-ACC terlebih
dahulu oleh redaksi sebelum dimuat.
- Media berbasis online. Prosedur
naskah sama seperti aturan media cetak. Tapi, ada sebagian media
berbasis online yang mempersilakan wartawan di lapangan
meng-upload langsung tulisan-tulisannya.
3. Editing
- Media cetak. Jika telah masuk proses naik
cetak, naskah tidak bisa diedit lagi.
- Media berbasis online.
Meskipun sudah online, naskah masih bisa diedit dengan bebas.
Namun biasanya, proses editing hanya berkaitan dengan masalah teknis
seperti memperbaiki salah ketik dan sejenisnya.
4. Tugas Layouter
- Media cetak. Setiap edisi, layouter dan
desainer harus tetap bekerja.
- Media berbasis online. programmer dan
desainer hanya cukup sekali bekerja, yaitu di awal pembuatan situs
tersebut.
5. Jadwal Terbit
- Media cetak. Terbit secara berkala
(harian, mingguan, dua mingguan, bulanan, dan lain sebagainya).
- Media berbasis online. Terbit
kapan saja dan tak ada jadwal khusus, kecuali untuk jenis-jenis rubrik
atau tulisan tertentu.
6. Distribusi
- Media cetak. Meskipun tekah selesai
dicetak, media cetak tidak dapat langsung dibaca oleh khalayak umum
sebelum melewati proses distribusi.
- Media berbasis online. saat
di-upload, senua berita bisa langsung dibaca oleh semua orang di
seluruh penjuru dunia yang mengakses internet.
Media Online –
Karakteristik Jurnalisme Online
Selain memiliki perbedaan teknis dengan media cetak, media
berbasis onlinepun memiliki karakteristik jurnalisme tersendiri.
Berikut ini karakteristik jurnalisme online.
- Bersifat real time. Peristiwa,
berita, dan informasi-informasi lainnya dapat langsung disebarluaskan saat
kejadian sedang berlangsung. Sifat seperti ini mungkin tak terlalu berbeda
dengan jenis media tradisional seperti TV dan radio.
- Cara publikasi real time ini
bersifat leluasa karena tak dibatasi oleh batas waktu dan jadwal
penerbitan atau siaran. Artinya, dapat dipublikasikan kapan pun dan di
mana pun selama terhubung ke jaringan internet. Para penerbit dapat
mempublikasikan peristiwa dan berita saat itu juga. Faktor inilah yang
sangat memungkinkan para pengguna internet memperoleh informasi seputar
perkembangan berbagai peristiwa terbaru.
- Karakteristik jurnalisme online berikutnya
adalah menghadirkan unsur-unsur multimedia. Unsur-unsur multimedia
tersebut membuat jurnalismeonline mampu menyuguhkan bentuk
serta isi publikasi yang lebih beragam daripada jurnalisme di media
tradisional. Karakteristik ini terutama terdapat pada jurnalisme web.
- Bersifat interaktif. Dengan
memanfaatkan hyperlink yang ada pada sebuah web,
hasil karya jurnalisme online mampu memberikan informasi
yang tersambung ke sumber-sumber lainnya. Artinya, para pengguna bisa
menikmati berbagai informasi dengan efektif dan efisien. Selain itu,
faslilitas comment berupa komentar pembaca terhadap
sebuah tulisan yang ada dalam jurnalisme online adalah
nilai lebih yang tak dimiliki media konvensional.
- Tidak memerlukan sebuah organisasi resmi
dan legal formal sebagai lembaga pers. Dalam konteks tertentu, organisasi
ini bahkan bisa dihilangkan.
- Tidak memerlukan redaktur atau penyunting
seperti pada surat kabar konvensional. Dengan demikian, tak ada pihak yang
dapat membantu masyarakat untuk memilih mana informasi yang masuk akal dan
tidak.
- Tidak dikenal adanya biaya berlangganan
sehingga para pengguna mempunyai kebebasan memilih informasi. Dalam hal
ini, para pengguna hanya harus berlangganan untuk mengakses internet.
- Cenderung lebih bersifat terdokumentasi
sebab berbentuk jaringan digital.
Meskipun isu-isu yang disajikan sama saja dengan media
konvensional, tetapi sifatnya yang real time, menjadikan media
berbasis online lebih up to datekarena mengangkat
isu yang tengah hangat diperbincangkan. Bahkan, saat ini banyak media
konvensional yang meniru pemberitaan dari media berbasisonline. Jadi,
dapat dikatakan media berbasis online mempunyai nilai lebih
dibandingkan media konvensional.
Media berbasis online kini telah membuktikan
kejayaannya. Ya, surat kabar cetak yang selama berpuluh-puluh tahun menguasai
sebagian besar masyarakat sebagai pembacanya, kini tergusur oleh kehadiran
media berbasis online. Untuk pertama kalinya dalam sejarah media,
pendapatan iklan serta pembaca media di dunia maya sudah melampaui surat kabar
cetak.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar