Rabu, 23 Oktober 2013

Perbedaan Media Cetak dengan Media Online

Pada dasarnya, tidak begitu saja media tradisional (koran, televisi, dan radio) yang merambah dunia online bisa menerapkan apa yang ada di media konvensionalnya ke dalam media berbasis online sebab karekteristik kedua media ini berbeda.
Berikut ini perbedaan teknis antara media cetak dan media berbasis online.
1. Pembatasan Panjang Naskah
  • Media cetak. Panjang naskah biasanya dibatasi, misalnya 5 sampai 7 halaman kuarto diketik 2 spasi.
  • Media berbasis online. Tak ada aturan batasan panjang naskah sebab halaman web dapat menampung naskah dengan panjang tak terbatas. Tapi untuk alasan kecepatan akses, keindahan desain, dan alasan teknis lain, naskah yang panjang sebaiknya dihindari.
2. Prosedur Naskah
  • Media cetak. Naskah harus di-ACC terlebih dahulu oleh redaksi sebelum dimuat.
  • Media berbasis online. Prosedur naskah sama seperti aturan media cetak. Tapi, ada sebagian media berbasis online yang mempersilakan wartawan di lapangan meng-upload langsung tulisan-tulisannya.
3. Editing
  • Media cetak. Jika telah masuk proses naik cetak, naskah tidak bisa diedit lagi.
  • Media berbasis online. Meskipun sudah online, naskah masih bisa diedit dengan bebas. Namun biasanya, proses editing hanya berkaitan dengan masalah teknis seperti memperbaiki salah ketik dan sejenisnya.
4. Tugas Layouter
  • Media cetak. Setiap edisi, layouter dan desainer harus tetap bekerja.
  • Media berbasis online. programmer dan desainer hanya cukup sekali bekerja, yaitu di awal pembuatan situs tersebut.
5. Jadwal Terbit
  • Media cetak. Terbit secara berkala (harian, mingguan, dua mingguan, bulanan, dan lain sebagainya).
  • Media berbasis online. Terbit kapan saja dan tak ada jadwal khusus, kecuali untuk jenis-jenis rubrik atau tulisan tertentu.
6. Distribusi
  • Media cetak. Meskipun tekah selesai dicetak, media cetak tidak dapat langsung dibaca oleh khalayak umum sebelum melewati proses distribusi.
  • Media berbasis online. saat di-upload, senua berita bisa langsung dibaca oleh semua orang di seluruh penjuru dunia yang mengakses internet.

Media Online – Karakteristik Jurnalisme Online
Selain memiliki perbedaan teknis dengan media cetak, media berbasis onlinepun memiliki karakteristik jurnalisme tersendiri. Berikut ini karakteristik jurnalisme online.
  • Bersifat real time. Peristiwa, berita, dan informasi-informasi lainnya dapat langsung disebarluaskan saat kejadian sedang berlangsung. Sifat seperti ini mungkin tak terlalu berbeda dengan jenis media tradisional seperti TV dan radio.
  • Cara publikasi real time ini bersifat leluasa karena tak dibatasi oleh batas waktu dan jadwal penerbitan atau siaran. Artinya, dapat dipublikasikan kapan pun dan di mana pun selama terhubung ke jaringan internet. Para penerbit dapat mempublikasikan peristiwa dan berita saat itu juga. Faktor inilah yang sangat memungkinkan para pengguna internet memperoleh informasi seputar perkembangan berbagai peristiwa terbaru.
  • Karakteristik jurnalisme online berikutnya adalah menghadirkan unsur-unsur multimedia. Unsur-unsur multimedia tersebut membuat jurnalismeonline mampu menyuguhkan bentuk serta isi publikasi yang lebih beragam daripada jurnalisme di media tradisional. Karakteristik ini terutama terdapat pada jurnalisme web.
  • Bersifat interaktif. Dengan memanfaatkan hyperlink yang ada pada sebuah web, hasil karya jurnalisme online mampu memberikan informasi yang tersambung ke sumber-sumber lainnya. Artinya, para pengguna bisa menikmati berbagai informasi dengan efektif dan efisien. Selain itu, faslilitas comment berupa komentar pembaca terhadap sebuah tulisan yang ada dalam jurnalisme online adalah nilai lebih yang tak dimiliki media konvensional.
  • Tidak memerlukan sebuah organisasi resmi dan legal formal sebagai lembaga pers. Dalam konteks tertentu, organisasi ini bahkan bisa dihilangkan.
  • Tidak memerlukan redaktur atau penyunting seperti pada surat kabar konvensional. Dengan demikian, tak ada pihak yang dapat membantu masyarakat untuk memilih mana informasi yang masuk akal dan tidak.
  • Tidak dikenal adanya biaya berlangganan sehingga para pengguna mempunyai kebebasan memilih informasi. Dalam hal ini, para pengguna hanya harus berlangganan untuk mengakses internet.
  • Cenderung lebih bersifat terdokumentasi sebab berbentuk jaringan digital.
Meskipun isu-isu yang disajikan sama saja dengan media konvensional, tetapi sifatnya yang real time, menjadikan media berbasis online lebih up to datekarena mengangkat isu yang tengah hangat diperbincangkan. Bahkan, saat ini banyak media konvensional yang meniru pemberitaan dari media berbasisonline. Jadi, dapat dikatakan media berbasis online mempunyai nilai lebih dibandingkan media konvensional.

Media berbasis online kini telah membuktikan kejayaannya. Ya, surat kabar cetak yang selama berpuluh-puluh tahun menguasai sebagian besar masyarakat sebagai pembacanya, kini tergusur oleh kehadiran media berbasis online. Untuk pertama kalinya dalam sejarah media, pendapatan iklan serta pembaca media di dunia maya sudah melampaui surat kabar cetak.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar